Press "Enter" to skip to content

Pembangunan Jalan “TRANS MENTAWAI” Dimulai


Sumbar | Lentera Rakyat.com — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR resmi melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Korem 032/Wbr untuk pekerjaan pembukaan jalan trans Mentawai (Pulau Siberut) bertempat di kantor BPJN III Rabu, (17/7/2019) jalan Jati 109, Padang ditandai dengan penanda tanganan kesepakatan.

Kepala BPJN III Aidil Fiqri MT mengatakan Jalan yang akan dikerjakan tersebut adalah sepanjang 29 Kilometer di pulau Mentawai tepatnya Siberut. “Idealnya awal tahun ini.  Namun pembahasan anggaran dan DIPA baru disetujui dan  baru melaksanakan pembukaan jalan nasional trans Mentawai.” ujarnya

Disebutkan Aidil, dengan melibatkan TNI AD dalam hal ini Korem 032/Wbr,  diharapkan pembangunan Mentawai dapat bergerak dengan cepat, sehingga kesejahteraan masyarakat pun segera meningkat.

” Kendala lingkungan dan pembukaan  lahan yang masih perawan untuk jalan nasional menjadi persoalan yang komplit hal yang seperti ini saya rasa TNI  lebih mudah urusannya. Karena tentara sudah teruji, terlatih dan tangguh dalam segala medan, tegasnya. 

Bagi Kementrian PUPR bukan hal yang baru berkerjasama dengan TNI AD dalam membuka pembangunan jalan seperti jalan trans Papua, Kalimantan dan daerah perbatasan Indonesia lainnya, ” jelasnya.

Ditambahkannya lagi, cuaca ekstrem dan menyeberangi laut yang luas di Mentawai bukan pekerjaan mudah bagi kita untuk pelaksanaan proyek ini. “Makanya kita gandeng tentara yang telah biasa akan hal itu,” lanjutnya. 

Sementara Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P pada kesempatan tersebut  menyampaikan,  terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian PUPR dalam hal  pembukaan pembangunan jalan trans Mentawai.

Dalam pembukaan jalan di Pulau Siberut, pihaknya telah menyiapkan peralatan dan  Personel sebanyak 1 SSK Komposit dimana didalamnya terdiri dari tenaga ahli dan tenaga  pelaksanaan pembukaan jalan Trans Mentawai.

Danrem lebih lanjut menambahkan, bahwa pihaknya akan menjaga dan bekerja maksimal  dengan tenaga manusia dan  memanfaatkan peralatan yang ada.

“Secara teknis kita akan  berkordinasi dan bersinergi dengan Kementrian PUPR. Baik tenaga ahli dan tenaga pekerja yang ready dilapangan,” lanjutnya.

Untuk itu pihaknya mengajak semua unsur yang terlibat, dimulai dari perencanaan hingga sampai ke pelaksanaan untuk sama-sama bersinergi, sehingga menghasilkan output sesuai aturan dan membanggakan bagi negara.

“Jika ditemui kendala di lapangan, mari juga kita sinergikan, agar bisa selesai.  Kendala Kita tentu ada, tidak hanya cuaca saja, karena Siberut boleh dikatakan berada di alam masih awam maka ada aspek pertimbangan diluar manusia yang kita hadapi, seperti hewan liar dan juga lahan masyarakat. Namun demikian akan kita upayakan minimalisir kendala itu, agar pekerjaan berjalan lancar,” jelas Danrem. (dhie)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *