Press "Enter" to skip to content

KPPU Sebut Ada yang ‘Ganjil’ Pada Impor Bawang Putih

Jakarta | Lentera Rakyat.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah melakukan kajian terkait impor bawang putih. Hasilnya, KPPU menemukan adanya keganjilan.

Demikian disampaikan Komisioner KPPU Guntur Saragih di kantornya, Jakarta, Senin (12/8/2019)

“Poinnya begini di bawang putih, kita itu sudah melihat ada keganjilan,” katanya.

Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU Taufik Ariyanto menjelaskan KPPU menemukan terjadi lonjakan harga bawang putih untuk periode Februari sampai Mei 2019 karena sejumlah sebab.

Pertama, tidak ada impor yang masuk ke pasar pada periode Januari-April 2019. Kedua, ada perubahan tata niaga importasi bawang putih.

“Ketiga perubahan kebijakan ini memberikan penguasaan pasar atau market power kepada importir yang memiliki stok pada saat itu,” jelas Taufik

KPPU kemudian mencium adanya persaingan tidak sehat di antara para importir. Menurut Taufik perubahan tata niaga impor yang dimaksud ialah adanya mekanisme penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang kemudian dijadikan acuan untuk mendapat Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dalam catatan KPPU, pada Januari hingga April 2019 tidak ada SPI yang terbit. Akibatnya, pasokan bawang putih berkurang dan mengerek harga pada Februari hingga April 2019.

“Padahal, informasi dari pelaku usaha mereka sudah mengajukan baik Kementan, baik Kemendag untuk memperoleh RIPH dan SPI, tapi selama Januari-April tidak ada terbit,” kata Taufik.

Taufik Menambahkan tren semacam ini berulang dari 4 sampai 5 tahun ke belakang di mana pasokan awal tahun trennya menipis, sehingga terjadi kenaikan harga di awal tahun.

“Yang kami lihat pelaku usaha sudah bisa memprediksi pola ini sehingga bisa memperkirakan setiap awal tahun terjadi lonjakan bawang putih di pasar karena pasokannya berkurang,” ujarnya.  (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *