Press "Enter" to skip to content

Darma Pertiwi Daerah A Sumbar Gelar Pelatihan Jurnalistik

Padang Sumbar | Lentera Rakyat.com — Dharma Pertiwi Daerah A Sumatra Barat menggelar pelatihan jurnalistik bagi anggota Dharma Pertiwi, Persit KCK dan Yayasan Kartika untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam dunia jurnalistik di ruangan kantor SMA Kartika I-5 Simpang Haru Padang, Sabtu (21/9).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah A Sumatera Barat, Mia Kunto Arief Wibowo diikuti  oleh perwakilan dari Dharma Pertiwi, Persit dan Yayasan Kartika serta paraguru yang  berlangsung selama 2 hari  yakni 21-22 September 2019

Ketua Dharma Pertiwi Daerah A Sumatera Barat dalam sambutannya mengakui, jika dinamika kemajuan komunikasi berbasis teknologi digital yang terjadi secara global saat ini menjadi perhatian yang sangat serius.

Pemberi Materi pelatihan Adi Asmara (Wartawan)

“Sebagai pendamping suami, anggota Persit juga harus mampu mengembangkan diri serta menambah ilmu khususnya bagaimana menulis suatu artikel, sehingga dengan diadakannya pelatihan ini nantinya dapat dikembangkan dan ditingkatkan guna mendukung tugas suami,” ujar Mia Kunto Arief Wibowo.

Diungkapkan Mia, kemajuan teknologi harusnya menjadi sarana untuk memudahkan dalam menjalankan tugas bagi setiap orang, bukan justru menggangu tugas keseharian. Oleh karenanya melalui pelatihan jurnalistik ini, diharapkan para peserta akan semakin mampu memanfaatkan kemajuan itu untuk bekal dalam menjalankan tugas.

“ Ilmu jurnalis itu penting, karena dengan dibekali pemahaman penulisan, maka kelak diharapkan para peserta mampu membantu menginformasikan berbagai kegiatan yang ada secara baik,” harapnya

Kepada setiap peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan secara maksimal, dan menyerap ilmu yang disampaikan pemateri  selama proses pelatihan dilaksanakan.

Pemberi materi pelatihan Adi Asmara (Wartawan), menjelaskan tentang pelatihan yang diselenggarakan ini agar mampu dan paham bahwa dalam menulis harus berpedoman pada kode etik jurnalistik, yakni 5W+1H. Selain itu penulis harus juga menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Selain itu juga diajarkan tentang teknik pengambilan gambar dengan menggunakan kamera  handphone agar dapat menghasilkan gambar yang berkualitas.

“Terkait perkembangan teknologi informasi saat ini, para penulis dituntut lebih cermat dalam menulis terutama penulisan di media sosial, seperti Facebook, Instagram dan Twitter dengan tetap merujuk etika jurnalistik. Perkembangan teknologi menuntut juga para ‘citizen journalism’ tetap memerhatikan kaidah-kaidah penulisan, mulai dari fakta, data dan lainnya, sehingga apa yang ditulis tidak sampai membuat kabar bohong (hoaks),” tutupnya (adi)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *