Press "Enter" to skip to content

Ciptakan Mesin Air “DAG Filter”, Danrem 032/Wbr: Ini Solusi Buat Mentawai

Padang Sumbar | Lentera Rakyat.com — Mengatasi masalah air bersih sehat konsumsi yang ada di masyarakat selama ini, Korem 032/ Wirabaraja membuat inovasi solusi dengan menghadirkan mesin Filter Air “DAG Filter”, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatera Barat, terutama di Kabupaten Terluar Kepulauan Mentawai.

Upaya tersebut tentu sangat erat dengan upaya aplikasi TNI berasal dari rakyat dan harus berguna untuk rakyat, TNI dan Rakyat adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses lahirnya Bangsa dan juga dalam melanjutkan pembangunan bangsa, oleh karenanya TNI terus berupaya berinovasi untuk masayarakat.

Komandan Korem 032/ Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan, TNI sebagai bagian dari masyarakat terus berupaya memberikan solusi ketika masyarakat itu mengalami masalah, apapaun masalahnya, termasuk didalamnya adalah mengatasi serta memberikan solusi melalui inovasi “DAG Filter”, terhadap kebutuhan air bersih dan sehat konsumsi di Sumatera Barat.

Diungkapkan Kunto, alat penjernih air “DAG Filter”,yang mampu menyaring limbah dan air laut menjadi air layak konsumsi, saat ini disosialisasikan serta didemonstrasikan dihadapan Wakil Gubernur Prov. Sumatera Barat untuk memastikan mesin siap untuk di operasikan dimasyarakat atau wilayah yang selama ini sulit mendapat air bersih dan sehat.

Tampilan Mesin Filter Air “DAG Filter)

“Yang kami lakukan ini, tidak lain merupakan bentuk kepedulian TNI atas kondisi sebagian daerah di Sumbar yang masih ada kekurangan air bersih. Alat ini diharapkan bisa memberi bantuan meski sedikit,” kata Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, saat dikonfirmasi, sabtu (28/09/2019)

Dijelaskan lebih lanjut, bahwasanya konstruksi alat itu dilakukan bekerjasama dengan Tim Tehnik  dirancang sedemikian rupa hingga bisa menghasilkan air bersih dengan kapasitas 70 ribu liter per hari, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Alat yang sudah di Sosialisasikan di hadapan Wakil Gubernur Sumbar dan pihak terkait itu, langsung diserahterimakan kepada Dandim 0319 Mentawai untuk dioperasikan membantu warga setempat di Kabupaten Mentawai.

“ Mesin penjernihan air yakni DAG Filter dengan tekhnologi sederhana, adalah solusi mengatasi masalah air yang dialami oleh sejumlah masyarakat, dan saat ini mesin akan dikembangkan di Pulau Terluar Sumatera Barat, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang sejak lama sangat mememerlukan dan kesulitan air sehat dan layak konsumsi, karena tempat tersebut langsung berbatasan dengan laut,” tambah jenderal bintang dua ini.

Proses kerjanya Mesin mampu mengolah sumber air Laut, Sungai, Payau, Sungai, bahkan yang Bau dan Kotorpun,  setalah diproses kedalam mesin penjernih ” DAG FILTER” hasilnya hanya dengan hitungan menit air bisa langsung dikonsumsi sebagai air minum yang sehat dan layak konsumsi.

“ Manfaat lain tentunya mesin DAG Filter akan jauh lebih hemat dari sisi keuangan,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengapresiasi inovasi yang dilakukan Korem 032/Wirabraja karena akan sangat membantu masyarakat terutama untuk daerah-daerah terluar seperti Mentawai.

Air laut yang diolah dengan alat bisa benar-benar laik minum. Ini bisa sangat membantu penyediaan air bersih bagi daerah-daerah yang sulit. Pulau-pulau terluar juga akan sangat terbantu. Ia bahkan berencana menganggarkan pengadaan alat itu pada 2020 agar benar-benar bisa memberikan manfaat pada masyarakat.

Tim Tekhnik Mesin sendiri menyebut alat itu bisa dioperasikan dengan solar panel maupun listrik. Namun kapasitas produksi dua tenaga itu berbeda.

Bila dioperasikan menggunakan solar panel hanya memproduksi 30 ribu liter air bersih sementara jika menggunakan listrik bisa 70 ribu liter per hari.

Alat tersebut terdiri dari beberapa rangkaian beberapa jenis tabung yang dihubungkan pipa paralon dan stainless steel. Ada tiga tabung yang berfungsi sebagai bak penerima. Air laut dan limbah dimasukkan dalam tabung itu.

“Melalui pipa paralon masuk ke mesin pompa, lalu dialirkan ke dalam mesin press. Kemudian air dialirkan ke membran filter berbentuk tabung kecil panjang sekitar satu meter. Tabung membran itu terdiri dari tiga tingkatan.

Setelah diproses di membran untuk menyaring air dari kumuh, berbakteri dan kotor serta bau menjadi jernih. Prosesnya dilanjutkan ke mesin ultraviolet agar air benar-benar higienis sehingga benar-benar laik minum,” ungkapnya lebih detail. (adi)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *