Press "Enter" to skip to content

Ketua MAAM Bertemu Danrem 032/Wbr Bahas Terkait Kerusuhan Wamena

Padang Sumbar — Secara khusus Tengku Irwansyah Datuk Angku Katumanggungan  selaku Imam Majelis MAAM (Mahkamah Adat Alam Minangkabau) bertemu Komandan Korem 032/Wbr  Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo membahas terkait kerusuhan yang terjadi di Wamena .

Dalam pertemuan yang didampingi oleh para pengurus organisasi MAAM Sumatera Barat tersebut, Tengku ingin mendenagrkan secar langsung  penjelasan dari Komandan Korem tentang kejadian Wamena. Dan saat ini telah banyak pula berita yang beredar di media sosial tentang kejadian tersebut, oleh karenanya pelu dapat info dari pihak TNI dalam hal ini Komandan Korem tentang  situasi nyata di Papua.

Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menyikapi hal tersebut menyampaikan kepada Imam Majelis MAAM beserta rombongan agar mempercayakan tugas ini kepada yang berwenang dengan tetap saling mendukung dalam hal memberikan informasi.

“Kita harus sama sama kompak dibawah untuk memfilter informasi yang berkembang di masyarakat, kemudian kita juga memberikan support dalam hal ini kita ada implementasi wujud dari keterikatan sosial dan tetap terus memonitor perkembangan yang ada di Wamena dengan terus berkoordinasi dengan pejabat yang ada disana”, terang Danrem.

Adapun pernyataan Sikap yang disampaikan MAAM pada pertemuan ini adalah:

  1. Mengucapkan duka yang dalam atas wafatnya 9 orang perantau Minangkabau, semoga arwah mereka diterima oleh Allah SWT ditempat yang paling layak. Kepada dunsanak dunsanak serta anak kemenakan yang ditinggalkan bisa tabah dan ikhlas menerima cobaan ini. Semoga ujian ini bisa kita lalui dengan baik dan ada hikmah dibaliknya.

2.Mengapresiasi kerja cepat Pemprov Sumbar dibawah koordinasi Gubernur Irwan Prayitno dan penanganan langsung dari Wagub Nasrul Abit dengan menemui anak kemenakan kita dan para pihak terkait di Wamena Papua.

3.Mendukung sepenuhnya tindakan tindakan yg diambil oleh TNI dan Polri dalam penanganan insiden ini serta berharap konflik ini segera selesai dan para pihak yg telah melakukan tindakan melawan hukum hingga memicu konflik tersebut.

4.Mengapresiasi dengan tulus respon masyarakat Minangkabau di ranah maupun di rantau yang telah berpartisipasi menggalang dukungan dan bantuan bagi anak kemenakan kita yang terdampak insiden Wamena.

5.Menghimbau dengan tulus kepada semua pihak ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, tungku tigo sajaranga di Minangkabau untuk bisa sabar dan ikhlas menerima cobaan ini. Jangan sampai memprovokasi dan melakukan agitasi serta memobilisasi anak nagari Minangkabau untuk melakukan tarik  baleh.

6.Terhadap himbauan ataupun postingan di media sosial terkait insiden Wamena oleh siapapun yang terindikasi menghasut dan menangguk di air keruh, menebar ujaran kebencian dan menyebar berita bohong kami dengan segala ketulusan hati meminta supaya tindakan tindakan itu dihentikan dan kami meminta pihak Kepolisian menindaklanjutinya.

Terkait keberadaan Mahkamah Adat Alam Minangkabau (MAAM) dapat kami sampaikan bahwa sebagai organisasi masyarakat yang resmi dan terdaftar di Kemenkumham RI konsisten memperjuangkan adat Minangkabau  dan aplikasi hukum adat Minagkabau di Sumatera Barat sesuai aturan perundangundangan yang berlaku.Maka secara adat Minangkabau bahwa masyarakat Wamena Papua pun mempunyai adat yang mereka yakini pula, karena itu kami mendorong tokoh tokoh adat di Wamena Papua terhadap warga suku masing masing apabila ditemukan bukti bukti keterlibatan mereka, kami pemangku adat Minangkabau pun bersedia susuak baropok dan bersilaturrahmi dengan para pemuka adat Wamena untuk mencari jalan janiah sayak nan landai, serta membangun tali persaudaraan sesuai pepatah “Bumi Dipijak Disinan Langiak Dijunjuang”. (dhie)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *