Press "Enter" to skip to content

Pakai Bios 44, Danrem 032/Wbr Kembangkan Tanaman Jernang

Padang Sumbar | Lentera Rakyat.comGunakan Bios 44, Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo kembali mencoba mengembangkan penggunaannya untuk tanaman Jernang di lahan perkebunan warga di Sijunjung Sumatera Barat.

Jenderal Bintang Satu ini terus melakukan inovasi dalam rangka ikut berpartisipasi mengembangkan peningkatan hasil pertanian, perternakan serta perkebunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“ Saat ini menggunakan Bios 44, kita mencoba melakukan ujicoba terhadap tanaman Jernang di lahan perkebunan milik Pak Davi di Sijunjung Sumbar, dengan harapan melalui Bios 44 tanaman yang sudah langkah tersebut menjadi subur serta dapat dikembangkan lagi,” ungkap Kunto ketika di konfirmasi, rabu (18/12/2019)

Menurutnya Jernang adalah jenis tanaman yang banyak manfaatnya untuk bahan pembuatan obat-obatan, namun sayang Jernang saat ini sudah mulai langka, untuk itu dengan menggunakan Bios diharapkan mampu membantu petani meningkatkan serta mempebanyak populasi Jernang dimasa mendatang.

“ Jernang sendiri sebenarnya sudah lama dikenal masyarakat dengan menfaat yang tentunya juga banyak, dan Jernang sendiri merupakan salah satu bahan obat-obatan seperti Betadine, Obat merah, ramuan untuk pecegah diare, bahkan di Eropa jernang juga biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat disentri,” tambah Kunto

Oleh karenanya ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk menjadikan sebagai sumber untuk menambah penghasilan, karena Jernang sendiri merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika dilakukan secara serius.

Seperti diketahui Jernang sejenis resin (getah) yang diambil dari buah jernang ini dikenal dunia sebagai dragon blood atau dragon’s blood (Inggris), drakenbloed (Belanda), sangre de drago (Prancis), sanguis draconis, dan sebutan lainnya. Produk ini dihasilkan dari beberapa spesies rotan dari marga daemonorops.

Resin biasanya berwarna merah. Selama ini diperdagangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pewarna, dupa, dan bahan obat tradisional. Jernang banyak dihasilkan dari Sumatera, termasuk daerah Aceh, dan Kalimantan.Getah buah jernang diincar dunia untuk dijadikan bahan pewarna, obat-obatan, dupa, dan parfum. Karena itu, komoditas getah jernang diyakini tak pernah sepi dari permintaan pasar dunia. Tanaman jenis hasil hutan bukan kayu ini, getahnya mengandung senyawa dracoresen, draco resinolanol dan draco alban. (dhie)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *