LENTERA RAKYAT, Pemalang – Langit cerah dihias hembusan angin tampak kompak melengkapi langkah para insan pewarta jurnalistik di Kabupaten Pemalang untuk menghadiri pengukuhan Aliansi Wartawan Pantura Bersatu yang diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Pemalang, (8/3/2026). Insan pewarta yang tampak kompak berseragam hitam ini terlihat penuh semangat dalam mengukuhkan perkumpulanya.

Tidak hanya sekedar momentum pengukuhan saja, Aliansi Wartawan Pantura Bersatu menjadi semangat baru para insan pewarta jurnalistik, untuk memberitakan segala sesuatu yang terjadi demi menyajikan sebuah berita yang enak didengar dan disajikan sesuai fakta serta kenyataan di Kabupaten Pemalang.
Dikatakan oleh Alwi Assegaf, Sang Ketua Aliansi Wartawan Pantura Bersatu, dirinya bersama para insan pewarta jurnalistik sengaja membuat sebuah wadah atau rumah untuk para rekan seprofesi agar bisa menyajikan, memberitakan, mengungkap sesuai fakta dan kenyataan, segala sesuatu yang ada di Kabupaten Pemalang.
“AWPB lahir dengan tujuan utama yakni menyediakan sebuah wadah atau rumah bagi para insan pewarta jurnalistik di Kabupaten Pemalang dalam menyajikan berita yang sesuai fakta dan kenyataan.”, ungkapnya.
Selain acara pengukuhan, dalam momentum itu juga diwarnai dengan suasana haru saat puluhan anak yatim piatu mendapatkan santunan dan bingkisan yang membuat mereka senyum bahagia.
“Tak hanya sekedar peresmian, kami juga berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu berupa santunan serta bingkisan. Alhamdulilah mereka tampak tersenyum bahagia menerimanya.”, katanya.
Sementara itu, diungkapkan oleh Dentang Harya Sutawijaya, Pemimpin Redaksi media online www.lenterarakyat.com, mengatakan, dengan adanya AWPB, dirinya berharap bisa menjadi rumah perlindungan hukum bagi para anggota dan juga warga masyarakat yang berkaitan dengan hukum.
“AWPB bukan hanya sekedar perkumpulan atau organisasi, tetapi bisa menyelesaikan sebuah persoalan hukum yang dialami oleh para anggotanya. AWPB juga bisa membantu warga masyarakat dalam penyelesaian dibidang hukum.”, imbuhnya.
Dikatakan juga oleh Rizky Julianto, pewarta media online www.gerhanaonline.com, AWPB juga bisa menjadi jembatan yang kokoh dalam membantu warga masyarakat yang kesusahan mengurus pemberkasan untuk kepentingan perawatan di rumah sakit.
“Alhamdulilah, AWPB akan selalu siap sedia membantu warga masyarakat yang kesulitan dalam kepengurusan berkas yang diperlukan untuk perawatan di rumah sakit. Kita tau bersama, jika berkas tidak lengkap maka si pasien harus membayar biaya perawatan secara tunai. Iya kalau punya uang, kalau tidak kan kasihan juga si pasien, mas.”, tandasnya.
(Red)













