Talk Show Hari Olah Raga Bersama Bupati Pemalang

Olahraga127 Dilihat
banner 468x60

LENTERA RAKYAT  — “Salam olahraga!” seruan itu menggema di ruang dialog interaktif ketika Bupati Pemalang, H. Anom Widyantoro, S.E., M.M., menyapa audiens. Suasana penuh semangat itu seakan menjadi simbol arah baru bagi olahraga di Kabupaten Pemalang: menguatkan kolaborasi untuk prestasi yang lebih gemilang, di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jum’at (26/9/2025)

Melalui program Dialog Interaktif Spesial bertema “Penguatan Kolaborasi Menuju Prestasi Pemalang Bercahaya” yang digelar bersama Radio LPPL Suara Widuri, Kompas TV Jawa Tengah, dan LPS Pemalang, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan peta jalan pembangunan olahraga. Acara yang menghadiri Ketua cabang olahraga, pengurus KONI, pengusaha, hingga kepala dinas ini, bukan sekadar seremonial, melainkan wadah menyatukan tekad menjadikan olahraga sebagai kebanggaan masyarakat Pemalang.

banner 336x280

Bupati menekankan bahwa arah kebijakan olahraga daerah tidak boleh hanya fokus pada jangka pendek, melainkan harus menyiapkan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. “Ada tiga garis besar kebijakan: penguatan pembinaan sejak usia dini, prioritas pada cabang olahraga potensial, serta penguatan kelembagaan dan sinergi. Semua itu harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah, KONI, sekolah, dunia usaha, hingga masyarakat,” tegasnya.

Komitmen Pemkab tak berhenti pada pernyataan. Setiap tahun, dana pembinaan olahraga dialokasikan untuk menunjang pelatih, peningkatan kapasitas atlet, kompetisi resmi, hingga pengiriman kontingen ke ajang provinsi maupun nasional. Fasilitas olahraga juga tengah direvitalisasi: mulai dari stadion, kolam renang, hingga lapangan latihan. “Kami ingin atlet Pemalang punya sarana latihan sesuai standar agar bisa bersaing,” tambah Bupati.

Menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII tahun 2026 di Semarang Raya, Pemalang telah menyiapkan roadmap yang jelas. Strateginya mencakup seleksi atlet berjenjang, mengikuti babak kualifikasi, pemusatan latihan daerah, hingga try out atau uji tanding. “Target kami bukan hanya lolos, tapi meningkatkan perolehan medali. Kami ingin olahraga menjadi kebanggaan Pemalang,” ungkapnya.

Hingga kini, sembilan cabang olahraga dari Pemalang sudah berhasil lolos babak kualifikasi, sementara lainnya masih menunggu jadwal. Harapan besar dititipkan kepada para atlet muda agar bisa membawa pulang lebih banyak medali dan mengharumkan nama daerah.

Dialog semakin hidup ketika pertanyaan dari masyarakat dibacakan oleh host. Salah satunya menyentuh soal masa depan atlet setelah tidak lagi aktif bertanding. Bupati menjawab lugas: “Pemerintah memberikan bonus, beasiswa pendidikan, dan peluang kerja melalui jalur prestasi. Kami juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha agar para atlet punya jaminan masa depan yang layak, baik saat masih bertanding maupun setelah pensiun.”

Jawaban itu disambut tepuk tangan audiens, menandakan isu kesejahteraan atlet memang menjadi perhatian penting. Pemkab Pemalang ingin memastikan bahwa prestasi tidak berhenti pada podium juara, tetapi juga menjamin keberlanjutan hidup para atlet.

Di akhir acara, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandeng tangan. “Pemerintah hadir dengan kebijakan, KONI dan cabor bekerja keras, atlet berjuang, dan masyarakat memberikan doa serta dukungan. Dengan kolaborasi, insyaAllah Pemalang akan tampil gemilang di Porprov 2026. Salam olahraga!”

Ajakan itu menutup dialog dengan optimisme tinggi. Di balik sorot kamera Kompas TV dan siaran langsung Radio Suara Widuri, tersirat pesan kuat bahwa prestasi olahraga tidak lahir dari kerja individu semata, melainkan buah dari kerja kolektif. Pemalang kini menapaki jalan panjang menuju panggung Porprov 2026 dengan membawa semangat: kolaborasi adalah kunci, dan prestasi adalah tujuan.

 

(Dentang)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *