PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah menggelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) Tahap V Tahun 2026 di Balai Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan potensi lokal. Salah satunya dilakukan oleh Kelompok Mentari Utami Desa Kendalrejo yang mengembangkan olahan ampas tahu menjadi produk bernilai ekonomi berupa Keripik Gembus.
Kepala Desa Kendalrejo, Titik Iswati, menyampaikan bahwa program PPEP Tahap 1 telah berjalan sejak Mei 2026 dengan diterimanya bantuan. Bantuan sebesar 8 juta telah dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan dan kebutuhan pendukung usaha kelompok.
Sementara itu, Sekretaris Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Supadi, menekankan pentingnya keberlanjutan program agar bantuan dan pendampingan yang diberikan mampu berkembang menjadi usaha produktif dan memberikan manfaat bagi anggota kelompok.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Perlindungan Perempuan Provinsi Jawa Tengah, Melati Diah Pamungkas. Penguatan kapasitas kelompok menjadi salah satu langkah penting agar usaha perempuan dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Kelompok Mentari Utami yang beranggotakan 20 perempuan telah mendapatkan pendampingan mulai dari tata kelola kelompok, produksi, analisis SWOT, bantuan alat, pengemasan, pemasaran hingga legalitas usaha. Produk Keripik Gembus juga telah memiliki NIB, PIRT, dan Sertifikasi Halal, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Kelompok Mentari Utami memaparkan perkembangan usaha, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, serta tantangan yang masih dihadapi. Fasilitator dari PEGAS PEKKA Jawa Tengah.
Kegiatan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga terkait, di antaranya Kesra Provinsi Jawa Tengah, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Diskumdag, Bapperida, Dinpermasdes, dan BAZNAS.
Masing-masing memperkenalkan program dan dukungan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat usaha perempuan dan UMKM. Kehadiran lintas sektor tersebut juga memberikan penguatan terkait keamanan pangan, permodalan dan mental usaha, serta pentingnya pendaftaran merek bagi pengembangan produk.
Melalui PPEP, sinergi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong perempuan Kendalrejo mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
(dentang)
