Kisah Dibalik Pembongkaran Warung Remang Remang Pantura Ampelgading Pemalang

Uncategorized11 Dilihat
banner 468x60

Pemalang – Berkembangnya kabar adanya praktek prostitusi terselubung dideretan warung remang remang kawasan Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tampaknya menjadi perhatian serius bagi beberapa pihak. DPRD, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Aktivis, hingga Tokoh masyarakat.

Hal itulah yang menjadikan tekad pihak PTPN yang dalam hal ini sebagai pemilik sah tanah tersebut untuk melakukan pembongkaran. Pembongkaran warung remang remang itu pun tidak semudah membalikan telapak tangan. Desakan demi desakan, pertemuan demi pertemuan dilakukan oleh pihak terkait persoalan itu.

banner 336x280

“Alhamdulilah hari ini kami melaksanakan pembongkaran total bangunan warung remang remang di kawasan Comal Baru. Hal ini sebagai wujud komitment sinergitas kami dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang.”, ungkap Agung, Ketua Pelaksana Pembongkaran warung di tanah milik PTPN di lokasi, (10/8/2026).

Pembongkaran ini tidak hanya dilakukan oleh pihak PTPN saja, tampak pihak TNI, Polri, tokoh masyarakat, Dinsos KBPP, serta Satpol PP sebagai Penegak Perda Pemalang pun mendampingi proses itu.

Dibalik Suksesnya pembongkaran warung remang remang, pertanyaan besar muncul dari proses awal hingga suksesnya pembongkaran. Dalam penelusuran tim kami, beberapa waktu sebelum penggusuran, sudah beberapa kali dilaksanakan Sidak oleh gabungan personel dari berbagai elemen.

Sidak yang dilaksanakan itu tampak tidak berjalan mulus sesuai harapan. Dua kali sidak full personel, sama sekali tidak membuahkan hasil. Selang beberapa waktu, pihak yang sama kembali lagi menggelar sidak dan membuahkan hasil. Beberapa orang yang ada di lokasi terjaring dan langsung mendapatkan pembinaan.

Namun siapa sangka, dari sidak ketiga yang membuahkan hasil, justru pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang diduga tidak melaksanakan pengecheckan terkait ada tidaknya kemungkinan tersebarnya HIV/AIDS dikawasan itu. Disaat Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten / Kota gencar menangani penyebarluasan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang diduga tidak “Cawe Cawe” saat momentum sidak yang ketiga.

“Dua kali sidak Dinas Kesehatan ikut, namun tidak membuahkan hasil, warung tutup semua. Sidak yang ketiga, berhasil menjaring beberapa orang di lokasi itu. Namun personel Dinas Kesehatan tidak ikut. Akhirnya setelah kami bina, kami kirim ke Panti Sosial di kawasan Kota Solo.”, kata salah seorang pihak yang tak mau disebut namanya, (10/8/2026).

Dengan adanya kejadian tidak ikutsertanya personel Dinas Kesehatan yang merupakan salah satu Ujung Tombak penanganan HIV/AIDS. Apakah menjadi Jaminan jika HIV/AIDS tidak tersebar luas dan semakin susah untuk ditangani?

(Dentang)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *