Konser Musik Melepas Penat Di Terminal Induk Pemalang, Panitia Diduga Usir Wartawan Lokal

Nasional309 Dilihat
banner 468x60

LENTERA RAKYAT – Niat hati melaksanakan tugas sebagai pencari berita, beberapa orang wartawan justru mendapatkan perlakuan tidak mengenakan saat hendak melakukan peliputan di event bertajuk “Melepas Penat Pemalang”. Event yang diadakan di Terminal Induk Kabupaten Pemalang, justru jadi Ladang bagi para panitia kegiatan untuk melakukan pelarangan liputan bagi para wartawan yang asli Pemalang. Para panitia event yang kabarnya berasal dari Cilacap ini terang terangan melarang wartawan untuk melaksanakan tugas peliputan. Entah apa alasannya, para panitia dan juga Event Organizer Shaolin Music ini sama sekali tidak memikirkan atau mempersilahkan para wartawan untuk melakukan peliputan.

Hal pahit itu dikatakan oleh Dentang Harya Sutawijaya, yang juga Pemimpin Redaksi media WWW.LENTERARAKYAT.COM., mendapatkan informasi terkait pelarangan tersebut, dirinya bersama Yeni Rahmawati, wartawan media WWW.GERHANAONLINE.COM, menanyakan sekaligus mengklarifikasikannya kepada panitia yang ada di tenda penjualan atau penukaran tiket.

banner 336x280

” Kami mendapat kabar bahwa wartawan Lokal Pemalang tidak boleh meliput. Makanya ini kami mengklarifikasi ke panitia yang ada di tenda tiket. Panitia laki laki, bilang sudah ada 50 media yang jadi media partner, selain itu harus bayar tunai atau beli tiket seperti penonton lain.”, ungkapnya.

Sementara itu, menurut Yeni Rahmawati, dirinya mengiyakan jawaban dari Dentang, dan sempat kaget jika 50 media itu adalah media sosial, bukan media pemberitaan.

“Gimana tidak kaget, ternyata 50 media itu adala media sosial seperti Tik Tok, Snack Video, Youtube, Facebook, Instagram, Triwter, dan sejenisnya. Bukan media pemberitaan. Kalau media pemberitaan lokal mau masuk ke dalam acara, harus beli tiket seperti penonton lainya.”, kata Yeni, wartawan www.gerhanaonline.com.

Hal serupa dialami juga oleh Usman yang juga Wartawan Pemalang. Dia mengaku jika mendapatkan perlakuan tidak menenakan dari para panitia.

” Saya mau masuk, sudah menunjukan identitas sebagai wartawan, tapi tetap tidak diijinkan untuk masuk melaksanakan peliputan.”, imbuh Usman.

Hal mengejutkan semua orang pun menimbulkan pertanyaan besar dalam hatinya. Bagaimana tidak, event yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok terkenal ini dilaksanakan di dalam Terminal Induk Pemalang. Secara otomatis menimbulkan pertanyaan mengenai Perijinan event, hingga terkait parkir kendaraan atau Retrebusi Parkir. Perlu diketahui, event tersebut sudah pasti menghasilkan pundi pundi ekonomi yang dikhawatirkan justru jadi ajang Bancakan tanpa memikirkan membayar pajak untuk Negara.

(Redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *