PEMALANG – Berbagai potensi lokal yang ada di Desa Penakir Kecamatan Pulosari mulai diolah menjadi berbagai inovasi yang bernilai guna dan berpotensi ekonomi. Potensi itu ditunjukkan lewat Gelar Karya Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 130 Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 yang diselenggarakan di SD Negeri 01 Penakir, Minggu (09/08/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi menjadi puncak pelaksanaan KKN-T 130 Undip sekaligus sebagai momentum bagi 34 mahasiswa untuk memaparkan berbagai hasil program kerja yang telah dilaksanakan selama berada di Desa Penakir.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil observasi terhadap berbagai permasalahan di desa, tetapi juga memperkenalkan sejumlah inovasi yang memanfaatkan potensi lokal, mulai dari komoditas pertanian hingga sumber daya air.
Kepala Desa Penakir Agus Riyadi mengapresiasi kreativitas mahasiswa KKN-T 130 Undip yang mampu mengolah bahan-bahan yang tersedia di lingkungan desa menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, berbagai bahan yang selama ini belum banyak dimanfaatkan, bahkan dianggap sebagai limbah, ternyata dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual apabila diolah dengan inovasi dan kreativitas.
“Yang menurut kita tidak berguna, bahkan dianggap sebagai limbah, di tangan rekan-rekan KKN Undip dapat diolah menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan pundi-pundi rezeki dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Salah satu potensi lokal yang diperkenalkan dalam Gelar Karya tersebut yakni jagel. Bahan yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan secara sederhana tersebut dikembangkan menjadi salah satu bahan produk pangan, termasuk inovasi es krim.
Agus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi juga memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat mengenai bahan yang dapat dimanfaatkan, proses pembuatan hingga teknik pengolahannya.
“Kami berharap rekan-rekan KKN dapat menjelaskan cara pembuatannya, cara pengolahannya, serta bahan-bahan apa saja yang ada di desa kami yang dapat dimanfaatkan,” katanya.
Ia menilai inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN-T 130 Undip dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih menggali dan mengembangkan potensi lokal Desa Penakir. Ia berharap Gelar Karya tersebut mampu mendorong kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi desa.
Sementara itu, Koordinator Tim KKN-T 130 Undip, Faza Achmad Baihaqi mengatakan, Gelar Karya menjadi momentum bagi 34 mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai produk yang dikembangkan berdasarkan hasil observasi terhadap permasalahan maupun potensi yang ada di Desa Penakir.
“Pada kegiatan puncak ini, 34 mahasiswa menampilkan produk yang dibuat berdasarkan permasalahan maupun potensi yang ada di Desa Penakir,” ujarnya.
Faza menjelaskan, terdapat tiga kelompok produk yang dikembangkan dengan fokus pada optimalisasi hasil pertanian dan pengelolaan sumber daya air. Berbagai produk tersebut memanfaatkan komoditas dan potensi lokal, seperti kopi, kentang, sayuran serta potensi perairan.
Dalam Gelar Karya tersebut, hasil inovasi mahasiswa ditampilkan dalam lima kategori, yakni publikasi, kosmetik, produk rumah tangga dan material, pertanian, serta produk makanan.
Produk yang dipamerkan, seperti dikemukakan Faza, tidak hanya menjadi hasil kegiatan mahasiswa, tetapi juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat dapat mengambil ilmu dari produk yang kami demonstrasikan dan menerapkannya baik untuk UMKM maupun kegiatan lainnya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Desa KKN-T 130, Agriccia Mayangtica Saputri menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan dampak nyata selama pelaksanaan KKN-T di Desa Penakir.
“Kami tidak hanya bersosialisasi, tetapi juga ingin memberikan dampak. Harapannya, apa yang kami lakukan selama di sini dapat bermanfaat dan bisa diterapkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Girishaya mengharapkan, berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga potensi lokal Desa Penakir dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga.
Gelar Karya KKN-T 130 Undip tersebut sekaligus menjadi bukti kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menggali potensi desa. Lebih dari sekadar memaparkan program kerja, kegiatan tersebut diharapkan mampu meninggalkan pengetahuan, inovasi, dan peluang yang dapat terus dikembangkan masyarakat Desa Penakir setelah berakhirnya masa KKN-T.
(Dentang)


















