Pemalang – Tiga tahun sudah 307 siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Pemalang menimba ilmu bekal masa depan. Tiga tahun sudah siswa siswi ini belajar memahami seluruh materi mata pelajaran serta menentukan kemampuan melalui jurusan atau bidang yang sesuai dengan karakternya. Tiga tahun sudah siswa siswi ini mengerti dan memahami pendidikan karakter serta agama selama menjadi anak didik di SMK Muhammadiyah 1 Pemalang.
Hari ini, (9/5/2026), 307 siswa siswi berkumpul bersama para guru pendidik dan juga orang tuanya untuk menghadiri sebuah momentum yang tak pernah dilupakan seumur hidupnya. Momentum sederhana nan penuh makna bertajuk “Perpisahan dan Pelepasan siswa siswi kelas XII” sengaja diselenggarakan sebagai pertanda serta pengingat bahwa mereka sudah siap untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik lagi. Tidak hanya itu, momentum tersebut juga menjadi fondasi bagi para siswa siswi untuk melangkah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau melanjutkan menuju ke dunia kerja.
Suasana haru nan bahagia tampak diraut muka para siswa siswi yang menghadiri momentum tersebut. Suasana itu muncul dari kenangan selama 3 tahun menjadi murid di SMK Muhammadiyah 1 Pemalang dan kini harus berpisah untuk bersiap melanjutkan kehidupan meraih masa depan yang lebih baik lagi.
Dikatakan Hasanudin, sang Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Pemalang, dirinya terharu bercampur bahagia manakala mengingat kebersamaan selama tiga tahun dan kini harus merelakan serta merestui para siswa siswinya untuk meraih masa depan lebih baik lagi.
“Haru dan bahagia saya rasakan saat ini. Kebersamaan selama tiga tahun harus terpisahkan demi masa depan mereka. Tentu saja mereka akan melangkah melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi atau masuk ke dunia kerja.”, ungkap Kepala Sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, Ardhian Aries Widayat.
Ditanya tentang jurus jitu dan langkah humanis dalam mencetak siswa siswi yang lulus 100%, Ardian, menambahkan, jika pihaknya tidak hanya sekedar memberikan materi pelajaran inti saja. Tetapi juga mampu meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah para siswa siswi guna berkomunikasi serta mendengar keluh kesah para orang tua dalam tumbuh kembang anaknya baik di rumah, lingkungan, maupun di sekolah.
“Kami selalu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah siswa siswi. Dengan demikian kami bisa mengetahui serta mendengar keluh kesah para orang tua dalam rangka tumbuh kembang anak. Termasuk selalu jadi rekan bagi siswa siswi yang punya uneg uneg terkait materi pelajaran di sekolah.”, imbuh Ardhian.
Tidak hanya menerapkan materi pelajaran sesuai kurikulum yang ada, SMK Muhammadiyah 1 Pemalang juga menerapkan pendidikan keagamaan bagi para siswa siswinya. Hal itu juga diperkuat dengan adanya kegiatan Sholat berjamaah, mengaji bersama, hingga penerapan pendidikan karakter bangsa.
“Oh sudah tentu kami terapkan pendidikan keagamaan bagi siswa siswi, termasuk pendidikan karakter bangsa. Dengan demikian bisa mengantisipasi kemungkinan siswa siswi terjerumus ke hal negative.”, terangnya.
Momentum perpisahan serta pelepasan 307 siswa siswi ini tidak hanya jadi pengingat kita semua akan pentingnya pendidikan karakter bangsa, menjadikan mereka sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu membanggakan para orang tua, lingkungan, serta sekolah.
(Dentang)














