banner 728x90
banner 120x600
banner 120x600
banner 1000x250

Pemkab Pemalang Dukung Pilot Project Desa Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda

Uncategorized20 Dilihat
banner 468x60

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang mendukung pelaksanaan Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendorong pemuda menjadi penggerak pembangunan dan perekonomian di tingkat desa.

Launching program tersebut dilaksanakan secara hybrid dari Sasana Bhakti Praja, Kompleks Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti Plt. Bupati Pemalang yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tutuko Raharjo bersama jajaran Forkopimcam dan Camat Belik.

banner 336x280

Dalam program ini, Kabupaten Pemalang mendapatkan intervensi pilot project untuk dua desa di Kecamatan Belik, yakni Desa Mendelem dan Desa Belik.

Program dengan tema “Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda” tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi dirancang melalui proses asesmen, pelatihan, pendampingan, dan pengembangan usaha agar bantuan yang diterima masyarakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian keluarga.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, angka kemiskinan Jawa Tengah saat ini telah turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Namun, penurunan tersebut harus terus diikuti dengan program yang tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang masuk Desil 1 sampai Desil 4.

“Bantuan tidak sekadar diberikan, tetapi masyarakat akan melalui asesmen, pelatihan, dan pendampingan. Tujuannya agar bantuan yang diterima bisa berkembang menjadi usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga,” jelas Taj Yasin.

Ia menegaskan bahwa pemuda harus dilibatkan sebagai pelaku aktif pembangunan. Melalui program Zilenial, pemuda mendapatkan akses pelatihan dan pengembangan keterampilan, termasuk membantu mempromosikan produk dan usaha masyarakat agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas program ini juga membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, Baznas, OPD, mahasiswa, hingga masyarakat.

Taj Yasin berpesan agar bantuan yang diterima masyarakat tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi dijaga dan dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang.

“Harapannya, masyarakat yang mendapatkan bantuan tidak hanya keluar dari kemiskinan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan mengajak masyarakat lain untuk maju bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mendorong agar pelaksanaan program di Kecamatan Belik tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi lokal dan akses pemasaran. Selanjutnya Ia meminta pemerintah daerah ikut memastikan infrastruktur dan akses menuju wilayah penerima program agar terus diperhatikan sehingga produk masyarakat dapat lebih mudah dipasarkan.

Salah satu potensi yang disoroti adalah komoditas nanas. Masyarakat didorong tidak hanya menjual nanas dalam bentuk segar, tetapi mengolahnya menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah

“Kalau bisa, nanasnya jangan hanya dijual, tetapi diolah. Dulu sudah pernah ada pendampingan pengolahan nanas melalui Baznas, nanti coba dikawal lagi,” pesannya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaini menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.

Berbagai bentuk intervensi diberikan sesuai kebutuhan masyarakat, antara lain pelatihan dan peningkatan kapasitas, jaminan sosial, bantuan langsung tunai (BLT), jaminan kesehatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jamban sehat, listrik murah, bantuan sosial, serta dukungan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif.

Total dukungan anggaran program mencapai sekitar Rp. 3,3 miliar yang bersumber dari APBN, APBD, Baznas, Dana Alokasi Khusus (DAK), serta berbagai dukungan lainnya.

Program tersebut diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan daring dan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang bisa diterapkan di desa dan kelurahan lainnya.

Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pemalang Tutuko Raharjo dalam sesi tanya jawab menyampaikan bahwa 2 desa yang menjadi lokasi pilot project berada di Kecamatan Belik, yakni Desa Belik dan Mendelem dengan jumlah penduduk tercatat hampir 19 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.431 jiwa atau 66 persen masuk dalam Desil 1 sampai Desil 4. Sementara itu jumlah pemuda di Desa Mendelem mencapai sekitar 4.533 orang dan sekitar 2.900 pemuda atau hampir 65 persen berada dalam kelompok Desil 1 sampai Desil 4.

Adapun Desa Belik memiliki jumlah penduduk sekitar 15.800 jiwa, dengan jumlah sekitar 10.400 jiwa atau 65 persen masuk dalam Desil 1 sampai Desil 4. Sedangkan jumlah pemuda di Desa Belik mencapai hampir 4.000 orang, dan sekitar 2.556 pemuda atau 75 persen di antaranya masuk dalam kelompok Desil 1 sampai Desil 4

“Prinsip kami, segera akan kami lakukan pengawalan ketika bantuan KUBE, UEP, dan sebagainya sudah dalam proses, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” kata Tutuko.

Pemkab Pemalang selanjutnya akan mengawal pelaksanaan program bersama pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pengawalan tersebut penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, dapat dimanfaatkan secara optimal, serta berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, menambah pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga keberhasilan program Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera tidak hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Pemuda di Desa Mendelem dan Desa Belik diharapkan menjadi bagian penting dari perubahan tersebut bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai penggerak ekonomi desa dan mitra pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *