Petarukan Jadi Fokus Utama, Jasa Raharja dan Polres Pemalang Genjot Edukasi Tekan Angka Kecelakaan

Uncategorized17 Dilihat
banner 468x60

Pemalang – Guna menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas, program intensifikasi keselamatan transportasi berbasis domisili korban resmi digelar di Pendopo Kecamatan Petarukan,

banner 336x280

Kabupaten Pemalang, Rabu (20/5/2026).

Langkah strategis ini membidik aparatur kecamatan dan desa sebagai motor penggerak edukasi keselamatan di masyarakat.

 

​Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat Petarukan, perwakilan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pemalang, serta seluruh kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Petarukan.

​Kepala Cabang Jasa Raharja Pekalongan, Jullyanto Eka Prasetya, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada data fatalitas kecelakaan yang cukup tinggi. Di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, Kabupaten Pemalang menempati urutan ketiga kasus kecelakaan tertinggi setelah Brebes dan Bulakamba.

​”Khusus di wilayah Kabupaten Pemalang, data menunjukkan bahwa Kecamatan Petarukan memiliki kasus kecelakaan lalu lintas terbanyak dibandingkan kecamatan lain. Inilah alasan utama kami memprioritaskan kegiatan ini di sini,” ujar Jullyanto.

​Melalui sosialisasi ini, Jasa Raharja berharap para kepala desa dan perangkatnya dapat menjadi perpanjangan tangan untuk membangun kedisiplinan warga di jalan raya, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

​Sinergi dan Pentingnya Pajak Kendaraan
​Selain edukasi keselamatan, Jasa Raharja yang bersinergi dengan Satlantas Polres Pemalang juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

​Jullyanto menegaskan bahwa dana santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas sepenuhnya bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh pemilik kendaraan.

​”Kewajiban membayar pajak ini sangat krusial. Ini adalah bentuk gotong royong dan partisipasi masyarakat untuk saling melindungi jika terjadi risiko di jalan raya,” pungkasnya.

​Melalui penguatan literasi di tingkat pamong desa, diharapkan pesan tertib berlalu lintas dapat mengakar hingga ke lapisan masyarakat paling bawah demi terciptanya ekosistem jalan raya yang aman.

(Yeni)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *