Pemalang – Diiringi hentakan musik gamelan dari SMK Muhamadiyah Watukumpul, para penari dari Sanggar Sekar Muhawa dengan gerakan luwes dan dinamis tampil prima membawakan Tari “Glagah Arum” pada acara Pentas Seni Karawitan Malam Selasa Kliwon di Pendopo Kabupaten Pemalang. Senin (6/7/2026).
Pentas Seni Karawitan yang disiarkan secara langsung melalui live streaming youtube Pemkab Pemalang merupakan bagian dari wadah pelestarian budaya sekaligus ruang ekspresi bagi para seniman karawitan dari 14 kecamatan yang dilaksanakan secara bergilir setiap malam selasa Kliwon.
Dalam sinopsis disebutkan,Tari Glagah Arum, lahir dari glagah, tumbuhan liar yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Majalangu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang. Dari kesederhanaannya, glagah diolah menjadi sapu yang menghidupi masyarakat, menggerakan roda ekonomi sekaligus menjadi identitas budaya yang diwariskan turun temurun.
Melalui rangkaian gerak yang terinspirasi dari aktivitas para pengrajin serta karakter glagah yang tumbuh dan berkembang membentuk rumpun, tarian ini menggambarkan kerja keras, kebersamaan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Lebih dari sekedar sebuah karya, Tari Glagah Arum merupakan tari persembahan untuk mengenang akar tradisi, menjaga identitas budaya Majalangu serta mengajak generasi muda agar tidak melupakan asal usul dan terus melestarikan tradisi sapu glagah sebagai warisan budaya daerah.
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang pada malam itu turut menyaksikan langsung acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada komitmen Kecamatan Watukumpul dalam menjaga seni, budaya dan adat istiadat di tengah tantangan sebagai wilayah yang memiliki risiko bencana cukup tinggi. Menurutnya, pembangunan karakter dan budaya memiliki nilai yang jauh lebih abadi dibanding pembangunan fisik.
“Bangunan fisik bisa rusak dalam waktu singkat, tetapi pembangunan karakter, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan akan tetap hidup dan menjadi kekuatan masyarakat,” ujarnya.
Pelestarian budaya termasuk seni karawitan seperti penuturan Bupati, merupakan bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat Jawa dan Indonesia. Terkait itu Ia memberikan apresiasi kepada para pelaku seni, khususnya generasi muda, yang terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.
Selanjutnya Ia mengajak masyarakat untuk hadir dan menyaksikan berbagai pertunjukan seni sebagai bentuk dukungan kepada para seniman agar tetap bersemangat berkarya sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Watukumpul yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta seni budaya di Kabupaten Pemalang terus berkembang dan menjadi kebanggaan bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pemalang, Fera Djoko Susanto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pentas Seni Karawitan memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, memperkuat budaya lokal di tengah derasnya arus budaya global. Kedua, melestarikan seni dan budaya tradisional agar tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Ketiga, memberikan ruang bagi para seniman daerah untuk menampilkan kemampuan dan karya terbaiknya di bidang seni dan budaya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menjaga identitas budaya daerah sekaligus mendorong tumbuhnya regenerasi pelaku seni di tengah perkembangan zaman.
Selain Bupati Pentas Seni Karawitan juga disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Supa’at, Ketua TP. PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie, serta tamu undangan lainnya.
(Dentang)
















