banner 728x90
banner 120x600
banner 120x600
banner 1000x250

Ketua GOW Ajak Perempuan Lestarikan Budaya melalui Momentum Hari Kebaya Nasional

Uncategorized12 Dilihat
banner 468x60

Pemalang – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pemalang, Titien Soewastiningsih Soebari mengajak seluruh perempuan untuk menjadikan kebaya bukan sekadar busana tradisional, tetapi sebagai simbol identitas, semangat berkarya, dan pelestarian budaya.

Hal itu disampaikannya saat membuka Parade Kebaya dalam rangka Peringatan Hari Kebaya Nasional Kabupaten Pemalang Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat (31/7).

banner 336x280

Dalam sambutannya, Titien mengatakan kebaya merupakan simbol kelembutan yang berpadu dengan keteguhan, kesederhanaan yang memancarkan martabat, sekaligus mencerminkan jati diri perempuan Indonesia yang mampu menjaga nilai-nilai luhur di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, peringatan Hari Kebaya Nasional tahun ini berlangsung di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh menghilangkan harapan. Perempuan Indonesia, katanya, harus tetap menjadi sumber kekuatan keluarga, perekat persatuan masyarakat, sekaligus penggerak perubahan yang menghadirkan solusi.

“Melalui momentum Hari Kebaya Nasional ini, mari kita maknai kebaya bukan hanya sebagai warisan budaya yang dikenakan pada acara seremonial, tetapi sebagai simbol semangat untuk terus berkarya, melestarikan budaya, mengembangkan seni, memperkuat ekonomi kreatif, dan membangun karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi masa depan yang harus terus dihidupkan. Pelestarian kebaya, batik, tari tradisional, kerajinan, musik daerah, hingga berbagai kearifan lokal dinilai mampu memperkuat pembangunan daerah, mendorong sektor pariwisata, memberdayakan UMKM, serta membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.

Titien juga menegaskan komitmen GOW Kabupaten Pemalang untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang, organisasi wanita, komunitas seni, pelaku budaya, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan peran perempuan bagi pembangunan daerah. Ia berharap semangat gotong royong yang terbangun melalui peringatan Hari Kebaya Nasional dapat memperkuat persaudaraan sekaligus melahirkan karya-karya terbaik bagi Kabupaten Pemalang.

Sementara itu Ketua Penyelenggara, Anis Susiyati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama GOW Kabupaten Pemalang dan berbagai komunitas menyelenggarakan Peringatan Hari Kebaya Nasional Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen menjaga eksistensi kebaya sebagai identitas budaya bangsa sekaligus mempererat sinergi antarorganisasi wanita di Kabupaten Pemalang.

Mengusung tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia”, kegiatan tersebut bertujuan memperingati Hari Kebaya Nasional, menumbuhkan rasa bangga mengenakan kebaya sebagai identitas budaya Indonesia, mendorong pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa, mempererat silaturahmi antarorganisasi wanita, serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan melalui pelestarian budaya.

Peringatan Hari Kebaya Nasional Kabupaten Pemalang Tahun 2026 diikuti oleh 400 peserta yang terdiri atas 330 perwakilan dari 33 organisasi wanita serta 70 peserta yaitu Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI), Komunitas Mawar Biru, Unit Layanan Disabilitas (ULD), Victory, Yayasan Difabel Cemerlang (YDC) dan Yayasan Peduli Lansia (YPL).

(Dentang)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *